Login
  • Username:

    Password:
  • Remember my login on this computer
  • Register
Users online
  • Users: 1 Guest
  • Most Users Ever Online Is On May 30, 2008 @ 10:58 am

Ubuntu 8.04 Beta

April 1st, 2008

Ubuntu 8.04 Beta

Sesuai dengan agenda yang sudah dibuat, pada tanggal 20 Maret 2008, sebuah rilis Beta dari Ubuntu 8.04 Hardy Heron diluncurkan. Jika tidak ada hambatan, rilis Beta kali ini adalah rilis terakhir sebelum rilis final yang dijadwalkan akan diluncurkan pada tanggal 24 April 2008.

Sebelumnya perlu diketahui karena rilis ini masih merupakan versi beta, maka jangan instal rilis ini untuk melakukan pekerjaan sehari-hari Anda. Silakan instal apabila Anda ingin turut serta menguji Ubuntu 8.10

Ubuntu 8.04 ini merupakan rilis Ubuntu yang akan mendapatkan Long Term Support (LTS). Dukungan terhadap rilis Desktop akan diberikan selama 3 tahun sedangkan Ubuntu server akan mendapatkan dukungan selama 5 tahun. Namun, berkaitan dengan rilis KDE4, pihak Canonical memutuskan untuk tidak memasukkan Kubuntu ke dalam rilis LTS.
Gambar diambil dari The Coding Studio
(liat aja di http://visto.wordpress.com)

Fitur-fitur baru yang ada di Ubuntu 8.04 ini antara lain adalah Linux kernel 2.6.24, Xorg 7.3, GNOME 2.22, Firefox 3 Beta 4, Transmission, Vinagre, Brasero, Virtualization, dan lain-lain.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan baca catatan rilis Ubuntu 8.04.

Bagi Anda yang ingin men-download Ubuntu 8.04 Beta ini, silakan download pada link berikut:

* ftp://kambing.ui.edu/pub/ubuntu/releases/hardy/ (Ubuntu)
* ftp://kambing.ui.edu/pub/ubuntu/releases/kubuntu/hardy/ (Kubuntu)
* ftp://kambing.ui.edu/pub/ubuntu/cdimage/xubuntu/releases/hardy/beta/ (Xubuntu)
* http://releases.ubuntu.com/releases/edubuntu/8.04 (Edubuntu)
* http://cdimage.ubuntu.com/kubuntu-kde4/releases/8.04/beta (Kubuntu+KDE4)
* http://cdimage.ubuntu.com/jeos/releases/8.04/beta (Ubuntu JeOS)
* http://cdimage.ubuntu.com/ubuntustudio/releases/8.04/beta (Ubuntu Studio)
* http://cdimage.ubuntu.com/mythbuntu/releases/8.04/beta (Mythbuntu)

Bila Anda ingin mencoba Ubuntu 8.04 beta silakan terlebih dahulu membaca informasi mengenai upgrade. Dan apabila Anda menemukan bugs jangan ragu-ragu untuk melaporkannya pada tim pengembangan Ubuntu, karena setiap komentar, laporan bugs, patches dan saran yang Anda berikan dapat membantu untuk membuat Ubuntu menjadi lebih baik. Silakan kunjungi halaman informasi pelaporan bug untuk informasi lebih lanjut bagaimana melaporkan bugs di Ubuntu.

Print This Post Print This Post
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Ubuntu 8.04: Tidak Tersedia Untuk Mesin SPARC

March 28th, 2008

Ubuntu 8.04: Tidak Tersedia Untuk Mesin SPARC

Bagi Anda pengguna ubuntu di mesin SPARC siap - siap bersedih. Karena di versi terbaru yang akan dirilis April nanti, 8.04, Ubuntu tidak akan merilis versi untuk mesin SPARC. Hal ini sebagaimana diputuskan oleh Ubuntu Technical Board pada minggu lalu. Dalam email yang dikirimkan kepada para developer Ubuntu, Matt Zimmerman mengatakan bahwa rilis official 8.04 hanya akan tersedia untuk i386 dan amd64. Ubuntu SPARC hanya tersedia sampai Ubuntu 7.10 saja.

Sumber : Majalah Linux | http://majalah-linux.baliwae.com

Print This Post Print This Post
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Welcome to Soesoe Online blog!

March 15th, 2008

Fenomena Guru dalam mengejar Teknologi
Rabu, 19 Maret 08 - oleh : tjidro

Guru memang harus berada didepan membukakan pintu gerbang menuju masa depan anak didiknya.
Menghadapi perkembangan dunia teknologi informasi khususnya internet, seorang guru akan sangat ketinggalan bila sedikit pun beliau tidak mau minimal kenal dengan yang namanya internet. Sementara anak-anak pelajar saat ini untuk urusan internet sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, artinya informasi yang mereka dapat sudah lebih up to date. Bila ini tidak diimbangi oleh SDM para Guru boleh jadi sekolah bagi siswa hanyalah rutinitas keharusan agar diakui sebagai anak pelajar dalam statusnya. Intinya, dengan internet tanpa sekolah pun mereka dapat ilmu pengetahuan, referensi, artikel dan sebagainya, dan tentu saja dibalik itu ada unsur yang berbau negatif di sana. Bila ini tidak segera di cermati oleh dunia pendidikan kita, bisa jadi Sekolahan hanya menjadi bangku-bangku kosong, bila ada siswa pun karena terpaksa, sebab sekolah sekarang bukannya biaya makin murah namun makin berat bagi orang tua siswa.

Dari sisi seorang Guru, dunia teknologi informasi merupakan dunia yang sullit dicerna karena keterbatasan kemampuan. Beliau-beliau ada sebelum perkembangan internet segila ini. Ditambah rutinitas sehari-hari dalam sekolah tentunya menjadi semakin sulit untuk sekedar berinteraksi melalui internet. Sementara realita-nya, dunia saat ini tidak bisa lepas dari internet.

Sungguh posisinya yang sangat sulit bagi seorang Guru pada dewasa ini. Permasalahan kurikulum yang masih belum final (selalu gonta-ganti), Gaji guru yang relatif masih rendah. Deraan ekonomi mengharuskan seorang Guru harus berfikir dua kali dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Rasanya tidak adil bila kita semua menuntut beliau-beliau untuk berlaku sebagaimana mestinya secara proporsional.

Akumulasi dari berbagai persoalan di lembaga pendidikan adalah wajar bila sekolahan dijadikan semacam industri. Yang mana sekolahan dijadikan ajang bisnis, tidak lain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Yang pada akhirnya munculah berbagai korupsi, mark up, dan sebagainya.

Munculnya lembaga pendidikan swasta, kualitas swasta justru jauh lebih tinggi dari pada pendidikan hasil dari produk pemerintah (negeri). Ironisnya pemerintah berani mengeluarkan target minimal nilai bagi suluruh siswa. Sehingga hampir seluruh hidup siswa untuk mengejar target tersebut, pagi belajar di sekolahnya, sore harus lari ke lembaga pendidikan swasta, begitu seterusnya. Secara tidak sadar kita telah ikut menciptakan generasi nomerik tanpa menyentuh nilai-nilai luhur kemanusiaannya.
Terciptalah manusia-manusia brutalisme, terciptalah manusia tanpa budaya indonesia dan seterusnya.

Dunia Pendidikan Indonesia mulai lemah, sangat tertinggal kualitasnya dengan negara-negara tetangga. Bahkan lulusan SMA di Indonesia tidak diakui oleh beberapa negara tetangga karena memang rendahnya mutu.

Sementara kebijakan-kebijakan pendidikan indonesia selalu terkait dengan partai politik. Dunia pendidikan hanyalah isu yang dijadikan senjata partai politik dalam meraih tujuan golongannya. Tidak terpikir sedikitpun dari mereka bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan indonesia secara menyeluruh.

Sekarang sudah menjadi benang kusut yang entah dimulai dari mana untuk mengurainya. Bila kita mengharap kualitas pendidikan menjadi lebih baik, tentu sarana dan prasarana pendidikan juga harus yang memadai. Demikian pula para guru yang jelas-jelas bekerja untuk mencipta generasi bangsa kedepan, begitu sulitkah untuk mensejahterakan hidupnya mengingat kredibilitas mereka adalah bentuk kedepan indonesia.

Majulah Guru Indonesia!

Print This Post Print This Post
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...